Jumat, 22 Mei 2015
Kamu Bukan Yang Pertama, Namun Bukan Berarti Bukan Yang Terbaik
Firman`s Qoutes- Ada rekan kerja yang yang mendapat promosi jabatan. Ada rekan sejawat yang diangkat jadi kepala bagian dan membawahi kita. Ada yang mendapat beasiswa study ke luar negeri. ada yang lulus tes masuk perguruan tinggi favorit dan bergengsi. Kita?
What`s wrong? That`s ok.
Memang, hidup bisa dianggap sebagai sebuah persaingan. Yang kalah kadang harus tersisihkan. Karenanya semua orang berusaha menjadi yang paling unggul dan terdepan.
Namun ketakutan menjadi seorang pecundang akibat ketinggalan di belakang tak seharusnya membuat seseorang menjadi mengeluh, dengki, cemburu, membeci diri dan takdirnya. Penyakit- penyakit seperti inilah yang sebenarnya justru lebih menyiksa.
Melihat orang lebih sukses kadang membuat sakit hati. Mengapa bukan kita? Mengapa dia yang lebih dulu? Mengapa, mengapa, mengapa? Pertanyaan- pertanyaan yang sungguh menyiksa. Dan itu terus mengerogoti hati sampai kita berusaha untuk mengobatinya.
So, How should it be?
Well, Pertama kita harusnya yakin bahwa apapun yang menjadi takdir kita itu adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk kita. Kita hanya tahu apa yang kita inginkan. Sedang Allah tahu apa yang paling kita butuhkan. Dia tahu masa depan kita. Mungkin apa yang kita alami sekarang adalah untuk mempersiapkan kebaikan yang akan kita dapat di masa yang akan datang. Pikiran kita terlalu pendek untuk bisa membaca skenario Allah untuk kita. Pastinya kita harus yakin, bahwa Allah adalah pencipta kita, Dia lebih kenal diri kita ketimbang kita sendiri. Mungkin apa yang dia berikan sekarang pada kita, adalah bagian dari rencana besar- Nya untuk membuat kita lebih hebat dan tangguh dari sekarang. pastinya selalu ada hikmah di setiap fragmen hidup yang kita alami ini.
Kedua, menjadi yang pertama bukan berarti kita nggak jago, nggak hebat atau bahkan nggak beruntung. beruntung atau nggaknya kita itu sebenarnya relatif, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kesalahan terbesar adalah saat kita terlalu dini menempatkan rasa cemburu, iri hingga dengki di dalam hati kita saat melihat orang lain lebih berhasil duluan.
kita mesti sadar, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. Hanya waktu yang membedakannya. Lantas apakah yang lebih dulu berhasil adalah yang terbaik? belum tentu. Mereka hanya lebih beruntung saja. Bukan berarti yang lebih baik. Why?
Anggaplah ada sebuah penelitian untuk mencari obat suatu penyakit. Dan ternyata berhasil. Namun setelah diberikan kepada pasien. Ternyata ada efek negatif lain yang dihasilkan dari mengkonsumsi obat tersebut. karenanya diadakan lagi penelitian yang sifatnya pengembangan dari penelitian sebelumnya untuk memperoleh obat yang lebih baik tanpa efek samping bagi penggunanya.
Begitulah, hidup inipun demikian. orang berhasil duluan bukan berarti lebih baik dari kita. Kita mungkin adalah "penelitian lanjutan" tersebut. Dimana kita masih harus belajar dari pengalaman sebelumnya atau pengalaman orang lain demi sebuah kesempurnaan.
So, ketidak berhasilan kita bukan berarti kekalahan kita, hanya saja kita masih mengevaluasi dan mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik dari yang telah ada. Karena kita bukan kelinci percobaan yang belum tentu hasilnya. Jadi, beruntunglah mereka tidak mengeluhkan nasibnya dan iri hatinya. karena sesungguhnya mereka telah diberi kesempatan untuk belajar kesempurnaan dari keberhasilan orang lain.
Jadi, Bersyukurlah... ^_^
[firmansqoutes.blogspot.com]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar